Kata
evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti
penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983). Evaluasi adalah
proses penilaian. Penilaian ini bisa menjadi netral, positif atau negatif atau
merupakan gabungan dari keduanya. Saat sesuatu dievaluasi biasanya orang yang
mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya.
Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah
seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau
berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah
keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.
Jadi mengevaluasi waktu berarti kita akan mengevaluasi hal-hal yang telah
dan kelak akan dilakukan.
Evaluasi
Pemanfaatan Waktu Sehari
Untuk
mengenali bagaimana cara memanfaatkan waktu dalam sehari, maka kita dapat
mengevaluasi kegiatan dengan bertanya kepada diri sendiri, antara lain:
- Berapa jam yang digunakan untuk melakukan perencanaan?
- Berapa jam yang dimanfaatkan untuk bekerja optimal?
- Berapa jam yang digunakan untuk membaca, memahami, dan berbagi atas suatu pengetahuan dan pengalaman (belajar)?
- Berapa jam yang dimanfaatkan untuk perjalanan menuju tempat bekerja dan pulang kembali ke rumah?
- Berapa jam yang digunakan untuk beristirahat, berolahraga, dan bersantai (sejenak)?
- Berapa jam yang dimanfaatkan untuk keluarga?
- Dan berapa jam yang digunakan untuk masyarakat sekitar (Personal Social Responsibility)?
Dengan
melakukan evaluasi manajemen waktu, maka kita dapat mengenali bagaimana
penggunaan waktu dalam sehari sehingga dapat menemukan hal-hal mana saja yang
menurut kita berlebihan porsi waktunya (misalnya makan terlalu lama, ngobrol
yang tak perlu dan lain sebagainya) dan mana yang kekurangan porsinya (misalnya
membaca Quran, mempelajari teknik-teknik baru untuk memudahkan penyelesaian
tugas). Hal ini menegaskan pula mengenai pengefektivan waktu yang
digunakan,karena selain dalam surat Al’ashr, Alloh SWT juga berfirman dalam
surat Thaha ayat 130 :
“Maka
sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji
Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah
pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu
merasa senang,”
Penyita Waktu Terbesar
Berapa
banyak waktu yang dimiliki siswa terbaik atau mahasiswa terbaik dalam sehari?
24 jam. Berapa banyak waktu yang dimiliki oleh orang – orang besar, seperti ilmuwan
penemu listrik Thomas Alva Edison, dalam sehari? 24 jam. Semua orang memiliki
waktu yang sama : 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan
seterusnya. Bila sumber
daya waktu ini dianugerahkan sama persis kepada semua orang, lantas kenapa pencapaian
orang bisa begitu berbeda? Salah satu kuncinya adalah manajemen waktu. Kebanyakan
orang tidak sadar bagaimana mereka mengisi waktu. Mereka terus saja mengeluh
tidak punya cukup waktu. Padahal bisa jadi waktu mereka sebenarnya diisi dengan
hal – hal yang tidak bermanfaat. Maka, langkah pertama dari manajemen waktu ini
adalah dengan memantau penggunaan waktu kita. Penyita
waktu manusia, disadari atau tidak adalah waktu untuk tidur dan berkomunikasi.
Komunikasi di sini, adalah penggunaan media yang tidak bermanfaat, seperti
bergumul di social network(Facebook, twitter, dll). Komunikasi yang digunakan
tidak sia-sia jika memang digunakan untuk hal-hal yang positif dan bersifat
publikatif. Bukan bermain semata.Tidurnya
manusia juga menjadi penyita waktu terbanyak, karena rata-rata 7 jam setiap
hari dilewati dengan tertidur. Bisa kita hitung 7 jam perhari, berarti dalam 1
bulan, manusia tidur sebanyak 210 jam. Begitu seterusnya.
Mengelola waktu secara produktif
Strategi
Untuk menyusun Jadwal
Selanjutnya
dalam memudahkan kita mengambil langkah perlangkahnya untuk manajemen waktu
ini, tentunya kita memerlukan strategi dalam menyusun jadwal agar lebih
efektif. Berikut adalah strategi yang dapat kita pakai dalam menyusun jadwal
mingguan.
a. Buat
daftar kegiatan yang hendak dikerjakan
b. Buat
skala prioritas dari setiap kegiatan
c.
Perkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap kegiatan
d.
Alokasikan waktu untuk tiap kegiatan
e. Evaluasi
penerapan jadwal
Penjelasan
untuk point (a) adalah sebagai berikut.
a. Buat
daftar kegiatan yang hendak dikerjakan
* Tuliskan
Aktivitas Tetap
Mulailah
mengisi jadwal mingguan dengan mengisikan aktivitas tetap. Termasuk dalam
aktivitas tetap adalah kuliah, praktikum, makan, tidur, pertemuan/rapat rutin
di organisasi/ekstrakurikuler, ibadah.
* Tambahkan
Waktu Belajar Tetap
Kita perlu
memberikan waktu yang memadai untuk waktu belajar mandiri bagi setiap SKS mata
kuliah yang diambil. Waktu belajar mandiri digunakan untuk membaca ulang bahan,
mengerjakan tugas, dan membuat alat bantu belajar. Sebagai acuan awal gunakan
rasio 2 banding 1, yaitu 2 jam belajar mandiri untuk setiap SKS. Ada pelajaran
yang memerlukan lebih dan ada pula yang kurang, kita dapat fleksibel dengan angka
ini.
Namun perlu
diingat bahwa dengan berjalannya waktu dan bahan kuliah yang semakin banyak,
kita akan membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk membaca ulang, membaca
ulang dan membaca ulang bahan kuliah untuk minggu ini, minggu lalu atau minggu
sebelumnya. Kita perlu membuat alat bantu belajar untuk dipergunakan pada waktu
mengulang yang akan datang. Kita pun perlu menduga soal dan waktu untuk
mengerjakannya.
Pertimbangkan
kiat – kiat berikut pada saat kita menyusun waktu belajar tetap :
- Mulailah mengisi belajar tetap pada waktu yang paling mudah bagi kita untuk berkonsentrasi, misalnya pagi jam 04.00 – 06.00 dan malam jam 21.00 – 23.00. Gunakan waktu ini untuk mata kuliah yang “berat” dan tidak kita sukai. Waktu siang diantara dua kuliah dapat kita pakai untuk mata kulaih yang tidak terlalu berat.
- Rencanakan waktu belajar dalam blok waktu 50 menit. Waktu yang terlalu pendek belum sampai menyebabkan kita benar – benar terlibat dengan bahan yang dipelajari. Bila kita belajar lebih dari 50 menit, pemahaman, konsentrasi, dan kemampuan mengingat akan turun. Setelah satu blok 50 menit, kita dapat mengambil istirahat 10 menit. Distribusikan waktu belajar mandiri ini setiap hari sepanjang minggu.
- Hindari belajar secara maraton, katakan 7 – 8 jam sekaligus. Kita dapat belajar dalam 3 blok masing – masing 50 menit, satu blok berikutnya kita dapt melakukan hal yang ringan misalnya merapikan buku – buku, membersihkan kamar, selanjutnya kembali dengan belajar. jikas kita memiliki blok waktu yang sangat panjang, hindari menggunakannya untuk satu mata kuliah, pakailah untuk mata kuliah yang berbeda.
Pada masing
– masing waktu belajar buatlah sasaran yang realistik.
* Tambahkan
Waktu Belajar Fleksibel
Selain waktu
belajar tetap, kita perlu menjadwalkan waktu belajar fleksibel. Ini akan sangat
berguna sebagai jaring pengaman bila kita tidak dapat menyelesaikan tugas
atau pekerjaan rumah pada waktu belajar tetap. Pada awal semester, mungkin
kita belum perlu jam belajar mandiri yang banyak, waktu belajar fleksibel dapat
kita jadikan waktu bebas.
Setelah
mengisi aktivitas tetap, waktu belajar tetap dan waktu belajar fleksibel yang
tetap tiap minggu, kita dapat membuat jadwal mingguan baru sebelum menambahkan
kegiatan lain pada jadwal.
* Tambahkan
Waktu Untuk Kegiatan Ekstrakurikuler Dan Kegiatan Pribadi
Kegiatan
ekstrakurikuler penting untuk melatih kita berorganisasi dan bekerjasama. Jadi,
luangkan waktu untuk kegiatan ini. Namun jangan lupa tugas utama kita saat
ini adalah belajar. jangan lupa juga memasukkan tugas – tugas yang
sifatnya pribadi seperti membersihkan kamar, mencuci baju dan lain – lain.
* Tambahkan
Waktu Untuk Rileks
Tentu saja
kita perlu waktu untuk bersantai. Agar tidak lepas kendali, ada baiknya
waktu untuk keperluan ini pun kita rencanakan.
b. Buat
skala prioritas dari setiap kegiatan
Untuk
mengoptimumkan penggunaan waktu, kita perlu membuat skala prioritas dari
seabrek kegiatan yang harus kita lakukan. Setelah semua kegiatan didaftarkan,
golongkan mereka berdasarkan skala prioritas kita. Misalnya, angka 1 untuk
kegiatan – kegiatan yang dianggap paling penting. Angka 2 untuk kegiatan yang
tikda begitu penting dan seterusnya. Tidak ada kata benar atau salah dalam
mengurutkannya karena memang setiap diri kita memiliki prioritas yang berbeda
dalam hidup. Mungkin untuk si A kegiatan bersama keluarga adalah yang
paling penting sedang untuk si B kegiatan organisasi sangat penting untuk
didahulukan. Terserah saja. Yang penting buatlah skala prioritas yang memang
sesuai dengan visi dan misi hidup kita. Dan yang tak kalah penting, tentu saja
harus realistis.Kita tidak bisa mengikuti rasa malas dan menaruh belajar di
papan bawah. Kalau mau lulus dengan baik, tentu saja kita perlu
menempatkannya walau tidak harus menjadi prioritas pertama. Sekali lagi, semua
tergantung diri kita masing -masing.
c.
Perkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap kegiatan
Waktu yang
kita butuhkan untuk tiap kegiatan dapat diperkirakan dari pengalaman –
pengalaman kita sebelumnya. Hanya saja untuk tiap aktivitas kita patut
bertanya :
* Apakah
pengerjaannnya selama ini sudah efisien?
* Apakah
kita dapat mengerjakannya dengan lebih cepat?
* Apa yang
dapat kita lakukan untuk dapat mengoptimalkan aktivitas tersebut?
Untuk
kegiatan – kegiatan tertentu seperti mengerjakan tugas, ada baiknya kita
memberikan waktu tambahan. Jadi, kalau kita memperkirakan tugas tersebut dapat
selesai dalam waktu 2 jam, kita bisa menambahnya setengah jam. Hal ini dapat
dipertimbangkan karena memang ada hal – hal tertentu yang punya kecenderungan
molor waktu pengerjaannya. Terutama kegiatan yang memiliki tingkat kerumitan
tinggi atau berhubungan dengan orang lain. Selain itu, kita perlu realistis
dalam memperkirakan waktu pengerjaan. Misalnya saja, untuk ujian Kimia Dasar
minggu ini kita hanya menyediakan waktu belajar 2 jam. Padahal bahannya saja
sampai 4 bab dan kita belum pernah membacanya sama sekali. Tentu tidak
realistis kalau di saat yang sama kita juga menginginkan untuk mendapat
nilai A.
d.
Alokasikan waktu untuk tiap kegiatan
Amati diri
sendiri. Apakah kita tipe orang yang bisa berkonsentrasi di pagi hari ataukah
tipe yang lebih suka bekerja di malam hari? Tiap orang memiliki waktu puncak
produktif yang berbeda – beda. Kita harus bisa memanfaatkan sebisa mungkin
waktu produktif itu untuk hal yang memang menuntut konsentrasi tinggi seperti
belajar misalnya. Sedang waktu dimana kita cenderung sering melamun dapat
dipakai untuk kegiatan lain misalnya saja mencuci pakaian atau membereskan
kamar.
e. Evaluasi
penerapan jadwal
Setelah selesai
minggu kedua, mungkin sekali kita menemukan masih adanya selisih yang cukup
besar antara pemakaian waktu yang kita rencanakan dan yang kita pantau.
Penyebab perbedaan ini kemungkinan besar pada belum terbiasanya kita mengikuti
rencana, cobalah untuk terus berdisiplin terhadap rencana kita.
Setelah
beberapa bulan boleh jadi kita merasa perlu untuk melakukan siklus pemantauan
dan perencanaan waktu, kita juga dapat melakukan evaluasi untuk selanjutnya
dapat menyesuaikan perencanaan waktu.
Bila kita
telah dapat menjadikan manajemen waktu sebagai kebiasaan, tidak hanya sekedar
teknik, maka kita akan memperoleh manfaatnya pada jangka panjang, yaitu kita
akan memiliki kesadaran atas pemanfaatan waktu yang efektif.

No comments:
Post a Comment