Survei adalah pemeriksaan atau penelitian secara komprehensif.
Survei yang dilakukan dalam melakukan penelitian biasanya dilakukan
dengan menyebarkan kuesioner atau wawancara, dengan tujuan untuk mengetahui: siapa mereka, apa
yang mereka pikir, rasakan, atau kecenderungan suatu tindakan. Survei lazim
dilakukan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif.
Dalam penelitian kuantitatif, survei lebih merupakan pertanyaan
tertutup, sementara dalam penelitian kualitatif berupa wawancara mendalam dengan
pertanyaan terbuka.
Survei (survey) atau lengkapnya self-administered survey
adalah metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan
kepada responden individu.
Istilah survei biasanya disamakan dengan istilah observasi dalam
pengertian sehari-hari. Padahal survei dan obserfasi mempunyai makna/pengertian
yang berbeda, meskipun diantara survei dan obserfasi merupakan kegiatan yang saling
berhubungan. Singarimbun (1991, p.3) mengungkapkan pengertian mengenai survei,
beliau mengatakan bahwa survei adalah “penelitian yang mengambil sampel dari
satu populasi dan biasanya menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul
data”.
Survei secara ilmu penelitian juga dapat dibagi kedalam beberapa jenis
ilmu penelitian, yaitu : Penelitian deskriptif, Penelitian eksploratif,
Penelitian Eksplanasi, Penelitian evaluasi, Penelitian pengembangan
sosial, dan Penelitian prediksi.
Jenis survei secara ilmu penelitian, yaitu:
a. Penelitian Exploratif
(Penjajagan): Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang
diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya :
Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar
dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan
infrastruktur jalan dan jembatan yang baik?
b. Penelitian Deskriptif :
Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat
serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung,
pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam
masyarakat. Peneliti menegmbangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji
hipotesis;
c. Penelitian Evaluasi : mencari jawaban tentang pencapaian tujuan
yang digariskan sebelumnya. Evaluasi disini mencakup formatif (melihat dan
meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk
mengukur pencapaian tujuan);
d. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan) :
menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui
pengujian hipotesis;
e. Penelitian Prediksi : Meramalkan fenomena atau keadaan
tertentu;
f. Penelitian Pengembangan Sosial : Dikembangkan berdasarkan survei
yang dilakukan secara berkala: Misal : Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di
Kalbar, 1998-2003.

No comments:
Post a Comment